Tuesday, 3 March 2015

PANTUN RAMADHAN BAGIAN KE 4

Budak-budak bermain tombak 
Tombak diikat dengan rantai 
Kalau takut dilambung ombak 
Jangan berumah di tepi pantai 

Halia ini tanam-tanaman 
Ke barat juga akan condongnya 
Dunia ini pinjam-pinjaman 
Akhirat juga akan sungguhnya 

Hari panas mencucuk benang 
Benang menjahit baju kebaya 
Air jernih lubuknya tenang 
Jangan disangka tiada buaya 

Kalau tahu peria tu pahit 
Tidak ku gulai dengan petola 
Kalau tahu bercinta tu sakit 
Tidak ku mulai dari semula 

Kalau tuan pergi ke Kelang 
Belikan saya semangkuk rojak 
Jangan diturut resmi kiambang 
Sungguhpun hijau akar tak jejak 

Pisang kelat digonggong helang 
Jatuh ke lubuk di Indragiri 
Jika berdagang di rantau orang 
Baik-baik menjaga diri 

Asap api embun berderai 
Patah galah haluan perahu 
Niat hati tak mahu bercerai 
Kehendak Allah siapa yang tahu 

Air dalam bertambah dalam 
Hujan di hulu belumlah teduh 
Hati dendam bertambah dendam 
Dendam dahulu belumlah sembuh 

Anak punai anak merbah 
Hinggap ditonggak mencari sarang 
Anak sungai lagikan berubah 
Inikan pula hati orang 

Apa guna pasang pelita 
Jika tidak dengan sumbunya 
Apa guna bermain kata 
Kalau tidak dengan sungguhnya 

Buah kuini jatuh tercampak 
Jatuh menimpa bunga selasih 
Biar bertahun dilambung ombak 
Tidak ku lupa pada yang kasih 

Kajang tuan kajang berlipat 
Kajang hamba mengkuang layu 
Dagang tuan dagang bertempat 
Dagang hamba terbuang lalu 

Buah jambu disangka kandis 
Kandis ada di dalam cawan 
Gula madu disangka manis 
manis lagi senyuman tuan 

Dari Arab turun ke Aceh 
Naik ke Jawa berkebun serai 
Apa diharap pada yang kasih 
Badan dan nyawa lagi bercerai 

Bunga Melati terapung-apung 
Bunga rampai di dalam puan 
Rindu hati tidak tertanggung 
Bilakah dapat berjumpa tuan 

No comments:

Post a Comment